.:ALFUROFIKA:.

31 Agustus 2009

MATEMATIKA “Ilmu hitam”nya pendidikan

Filed under: Math__ — alfurofika @ 3:15 pm
Tags: ,

Sejak jaman aku masih sekolah di pendidikan awal (TK) hingga hampir menyelesaikan strata 1 (S1) masih saja

MATEMATIKA menjadi “Hantu” bagi sebagian besar peserta didik. Tanya Kenapa???

Pemikiranku telah sampai pada tahap, apakah penyebabnya berakar dari budaya bangsa Indonesia, kurang berusaha. hmm… sampai pada pemikiran apakah semua negara berkembang juga mengalami hal ini?? ketakutan pada mata pelajaran yang sebenarnya cukup sederhana tetapi memiliki peranan yang luar biasa dalam segala bidang.

Menurutku sii, aku tak pernah membaca sebuah artikel mengenai permasalahan matematika di negara – negara maju. yaa begitulah, negara berkembang memang sedang berkembang sehingga masih butuh proses panjang tuk mencapai ke titik yang lebih baik.

Back to topic, kenapa saya menyebut dengan “Ilmu Hitam”nya pendidikan, sebenarnya tanpa perlu penjelasan panjang lebar semua telah mengerti apa alasanya. Mata pelajaran yang berisi angka semua dengan hitungan – hitungan yang sebenarnya sederhana ini menjadi “Hantu” tuk peserta didik. Ketelitian kuncinya.

Image buruk matematika bersumber pada siapa yang mengajarnya,. mainstream yang telah terbentuk adalaha guru matematika itu Killer, Kejam, tampang seram.  sehingga perlu adanya brainwash tuk menjernihkan otak peserta didik bahwa guru matematika merupkan guru pelajaran yang paling menyenangkan dibanding guru kesenian ataupun guru bahasa. Cukup membutuhkan pemikiran – pemikiran xtra tuk mengubah ituu. Ketakutan – ketakutan guru yang jika nantinya bersikap lembek membuat murid akan menggampangkan dan tidak bisa menerima materi yang disampaikan dengan baik.

Serba salah kalau hanya berkutat pada guru, pandanglah dari sisi lain. Matemtika identik dengan angka – angka yang diolah sehingga menghasilkan bilangan – bilangan baru yang telah berbeda maknanya. Perlu proses untuk menanamkan hal itu pada peserta didik, dan salah dari kurikulum di Indonesia sendiri yang telalu memaksa pada kemampuan peserta didik.

Berbagai terobosan – terobosan baru dalam pembelajaran juga banyak dilakukan dengan harapan akan ada perubahan hingga menimbulkan minat peserta didik akan mencintai matematika. Rumus – rumus praktis diajarkan dalam tiap bimbingan belajar *apapun mereknya* meski menurut saya ini bukan hal yang baik bahkan efektif karena peserta didik menerima secara instan, sehingga tak ada sisi – sisi pembelajaran, semua terima jadi.

Butuh banyak perbaikan juga mengenai seluruh sistem pembelajaran khusus dalam pembelajaran matematika ini. Harapan pemerintah memikirkan dari awal kembali, dimulai dari kurikulum yang masih kacau dalam penyusunan hingga membuat para guru bingung dalam pelaksanaannya. Dilihat juga dari sisi para peserta didika yang mengalami depresi saat akan menghadapi ujian akhir pada mata pelajaran matematika, ini akan berakibat fatal jika tak segera di selseikan.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.